Jumat, 17 Oktober 2014

kajian semantik sederhana



Homonim adalah kata yang pengucapan dan penulisannya sama akan tetapi mempunyai arti/makna yag berbeda.
Contoh :
-          di kutub utara terdapat banyak sekali beruang
-          banyak orang yang beruang seringkali lalai untuk membayar zakat
kata beruang diatas mempunyai makna yang berbeda, dari kalimat pertama beruang berarti hewan yang hidup di kutub utara. Sedangkan beruang yang terdapat pada kalimat kedua berarti orang yang mempunyai banyak uang.
Homofon berasal dari  kata homo yang bermakna sama, dan fon (phone) yang bermakna bunyi. Jadi homofon adalah kata yang pengucapannya sama, namun tulisan dan maknanya berbeda.
Contoh :
-          Massa aksi yang menentang kebijakan kenaikan BBM mengadakan long march dari monas hingga ke bundaran HI
-          Miroslav klose menjadi top skor sepanjang masa di piala dunia mengalahkan rekor yang selama ini dipegang oleh ronaldo
Perhatikan kata massa dan masa, pengucapan dari dua kata tersebut sama namun tulisan serta maknanya berbeda. Massa mempunyai arti masyarakat, sedangkan masa mempunyai arti waktu.
Homograf atau homograph (homo dan graph) adalah kata yang penulisannya sama namun pengucapan dan maknanya berbeda.
Contoh :
-          Andi memberi apel pada adiknya
-          Hari senin semua civitas akademika SMP suaka alam mengadakan apel pagi.
Ingat!, bahwa homograph adalah dua kata yang mempunya kesamaan dalam tulisan, bukan kesamaan ucapan. Kata apel pada kalimat pertama mempunyai makna buah-buahan. Sedangkan kata apel pada kalimat kedua mempunyai makna upacara.
Polisemi adalah kata yang mempunyai makna lebih dari satu, karena banyaknya komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata. Contoh kata kepala, “kepala” mempunyai arti yang banyak tergantung bagaimana susunan kalimatnya.
Contoh :
-          Tiga hari lagi jokowi akan dilantik menjadi kepala negara (pimpinan)
-          Terbentur dinding, kepala seno benjol (bagian tubuh manusia).
Hipernim dan hiponim
Hipernim adalah kata yang bermakna umum (kata yang mewakili kata hiponim), sedangkan hiponim adalah kata yang bermakna khusus (kata yang diwakili oleh hipernim).
Contoh hipernim : hantu
Contoh hiponim : pocong, kuntilanak, kolongwewe dll.
Contoh hipernim : buah
Contoh hiponim : jeruk, apel, jambu, durian dll.
Meronim dan holonim                                                                    
Meronim adalah bagian atau anggota penyusun sesuatu, sedangkan holonim adalah bagian lebih besar yang disusun oleh meronim.
Contoh : kornea (meronim) merupakan bagian penyusun mata (holonim).
Metonimia adalah sebuah majas yang menggunakan sepatah-dua patah kata yang merupakan merek, macam atau lainnya yang merupakan satu kesatuan dari sebuah kata.
Contoh:
  1. Rokok diganti Djarum atau Gudang Garam.
  2. Mobil diganti dengan Kijang.
Terapan dalam kalimat :
  1. Ayah membeli sebatang Djarum Coklat.
  2. Kakak pergi naik Kijang hijau.
Kata Djarum Coklat pada kalimat di atas bukanlah merupakan benda aslinya (sebuah jarum berwarna coklat), melainkan sebuah merek dari sebuah rokok/kretek. Kata Kijang hijau pada kalimat di atas bukanlah merupakan benda aslinya (seekor kijang yang bewarna hijau), melainkan sebuah merek mobil Toyota.
Paronim adalah kata yang berasal dari bahasa lain, contoh kata paham, berasal dari kata bahasa arab fahm yang berarti mengerti secara gamblang.

Kamis, 10 Oktober 2013

TIPOLOGI MAHASISWA

Tipologi mahasiswa, tentu bagi kebanyakan para organisatoris sudah mempunyai perspektif tersendiri mengenai definisi serta apa saja yang berkaitan dengan dua kata di atas. oke, buat yang belum mengetahui sebenarnya apa sih tipologi mahasiswa itu, kemudian indikator-indikator apa saja yang berkaitan dengan hal tersebut? mari kita diskusikan.
Untuk mengawali pendiskusian kali ini, alangkah baiknya apabila kita memblejeti terlebih dahulu masing-masing kata. agar nantinya kita mampu untuk mendeskripsikan kemudian diformulasikan dalam bentuk satu definisi. banyak dari kawan-kawan saya yang mencoba untuk mengeksplorasi pemikiran ereka dalam bentuk definisi. adapun eksplorasi kawan-kawan saya sebagai berikut :
TIPOLOGI.
  1. tipologi adalah penggolongan watak mahasiswa yang ada di perguruan tinggi, misal berwatak idealis, hedonis, profesional dll.
  2. tipologi adalah ilmu yang mempelajari tipe/jenis satu golongan, kenapa dikatan ilmu karena kata "tipologi" terbentuk dari dua suku kata yakni tipo dan logos yang mana kata tipo mempunyai arti tipe atau jenis, sedangkan logos mempunyai arti "ilmu". Itulah alasan saya memberikan definisi demikian.
  3. tipologi adalah pengelompokan berbagai macam golongan/kelompok berdasarkan pemikiran-pemikirannya.
Masih banyak lagi eksplorasi kawan-kawan saya mengenai definisi "tipologi", tiga definisi tersebut saya masukan dalam tulisan ini karena ketiga eksplorasi di atas sudah hampir benar. Adapun definisi tipologi yang disepakati oleh kawan-kawan ialah ilmu tentang pembagian manusia berdasarkan karakter, sifat, dan juga wataknya. Sebenarnya masih banyak perpektif lain yang sesuai dengan sudut pandang yang lain.
Sekarang kita teruskan ke pembahasan selanjutnya yakni, apa arti dari Mahasiswa? adapun ekplorasi kawan-kawa saya sebagai berikut:
  1. Mahasiswa adalah orang yang menempuh jenjang pendidikan tinggi.
  2. Mahasiswa adaah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
  3. Mahasiswa adalah maha berarti tinggi dan siswa berarti orang yang menempuh pendidikan. dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa mahasiswa adalah orang yang menempuh pendidikan di strata paling tinggi, yakni Universitas.
  4. Mahasiswa adalah orang yang menempuh pendidikan tinggi.
Dari beberapa perspektif yang dipaparkan oleh kawan-kawan saya akhirnya kita sepakat bahwa pespektif yang benar mengenai "Mahasiswa" adalah pendapat yang nomor tiga. Adapun Mahasiswa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah status individu yang dimiliki individu untuk menjalani pembelajaran di srata yang paling tinggi berdasarkan potensi, minat, serta bakat yang dipunyai.
Jadi, yang dimaksud dengan Tipologi Mahasiswa adalah penggolongan mahasiswa berdasarkan karakteristik serta tipe dan juga jenisnya. Penggolongan ini berdasarkan pembacaan situasi objektif sesuai dengan realita di lapangan. lalu apa saja karakteristik mahasiswa sesuai dengan objektif realitasnya ialah sebagai berikut:
  1. Mahasiswa profesional, adalah mahasiswa yang hanya memiliki satu tujuan yakni bagaimana caranya dia bisa mendapatkan nilai yang sempurna dan lulus secepat-cepatnya. Yang termasuk dalam kategori ini adalah mahasiswa pragmatis, idealis, dan juga mahasiswa oportunis.
  2. Mahasiswa kritis adalah mahasiswa yang mampu untuk menganalisa situasi objektif lingkungannya, yang dibarengi dengan luasnya wawasan yang mumpuni. Biasanya yang termasuk dalam kategori ini adalah mahasiswa-mahasiswa yang aktif dalam dinamika organisasi.
  3. Mahasiswa trend setter adalah mahasiswa yang tidak mementingkan perkuliahan dan tidak juga mementingkan organisasi, dia hanya memikirkan bagaimana dirinya senang dengan dunianya. Biasanya mahasiswa yang seperti ini dikategorikan ke dalam mahasiswa yang hedonis (hura-hura), apatis dan juga mahasiswa kupu-kupu alias kuliah pulang kuliah pulang.
apabila kita sudah mengetahui berbagai macam tipikal karakteristik mahasiswa. Pertanyaannya adalah, kira-kira kebanyakan dari kalian masuk dalam kategori yang mana?